Sabtu, 10 Oktober 2020

Sepotong senja untuk pacarku : Kisah cinta dan senja yang maha agung.

 




Sepotong senja untuk pacarku.

Buku ini saya beli di toko buku di Jalan  Panembahan Senopati No. 1-3 yogyakarta samping utara persis taman pintar dan di sebelah Taman Budaya Yogyakarta . buat yang suka baca baca buku tempat ini sudah barang tentu tidak asing lagi. Bisa di bilang lengkap untuk koleksi bukunya karena dari buku pelajaran, sejarah, novel sampai sastra bisa di temukan disini. Dari original sampai KW yang super banyak tersedia disini. Tentu tak usah ditanya lagi saya membeli yang mana, original atau KW. Sudah pasti yang KW.

Para pecinta sastra pasti sudah tidak asing lagi dengan inisial SGA. Seno Gumira Ajidarma adalah penulis dari generasi baru sastra Indonesia. Pria ini lahir di Boston, Amerika Serikat pada tanggal 19 Juni 1958. Putra dari Prof. Dr. M.S.A Sastroamidjojo, seorang guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada ini telah menulis beberapa buku karyanya antara lain Atas Nama Malam, Wisanggeni---Sang Buronan, Biola tak Berdawai, Kitab Omong Kosong, Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Negeri Senja, dan pastinya Sepotong Senja untuk Pacarku. 

Selain menulis, Ia juga bekerja sebagai wartawan, fotografer, dan kritikus film Indonesia. Seno menjadi seniman karena terinspirasi oleh Rendra yang santai, bisa bicara, hura-hura, nyentrik, dan rambut boleh gondrong. Ia juga sudah mendapatkan beberapa penghargaan, salah satunya yaitu penghargaan SEA Write Award pada tahun 1987. Kesibukan Seno saat ini adalah membaca, menulis, memotret, jalan-jalan, selain bekerja di Pusat Dokumentasi Jakarta-Jakarta. Kini Ia juga membuat komik, baru saja Ia membuat teater dan sekarang Seno menjadi Rektor di Institut Kesenian Jakarta sejak 2016 dan tetap menjadi dosen di Fakultas Film dan Televisi.

Bagi saya sendiri sosok Seno gumira ajidarma adalah salah satu seorang sastrawan generasi baru yang bisa dibilang menjadi panutan dari penulis penulis baru. Karyanya sudah barang tentu banyak dan keren keren pastinya. Salah satu kata kata beliau yang saya ingat adalah

"Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan  penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia". 

Ini yang membuat saya ketika berada di salah satu momen kehidupan yang menurut saya unik dan berbeda, membuat saya ingin menjadikannya sebuah susunan kata kata yang bisa untuk dibaca oleh siapa saja. Tapi memang menangkapan dan penghayatan dari seno gumira ajidarma ini menurut saya penghayatan yang barangkali paling total dan tak terpikirkan oleh manusia lain. Dan memang beliau sendiri juga membebaskan kepada para pembacanya untuk mengartikan maksud atas apa yang beliau tuliskan dan tidak ada pengertian yang benar benar sesuai kecuali pengertian dari dirinya sendiri.


Tentang Buku

Buku Sepotong Senja untuk Pacarku merupakan kumpulan dari beberapa cerpen. Buku ini terbit pertama tahun 2002, penerbitnya Gramedia.

Dalam buku ini dibagi menjadi tiga bagian di mana bagian pertama menceritakan tentang Trilogi Alina, yaitu mengenai kisah laki-laki yang ingin mengirimkan sepotong senja yang ia saksikan begitu maha agungnya senja itu kemudian untuk dikirmkan kepada pacarnya yang jauh di sana melalui tukang pos dan sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah merahan itupun dimasukkan ke dalam amplop. Dalam Trilogi Alina tersebut dibagi lagi menjadi tiga cerita yaitu cerita pertama tentang bagaimana laki-laki malang itu yaitu sukab mengirimkan sepotong senja untuk pacarnya Alina yang berada nan jauh disana. 

Cerita kedua yaitu jawaban Alina (pacar sang lelaki) terhadap amplop surat yang berisikan sepotong senja dari Sukab (sang lelaki). Dan cerita terakhir dalam Trilogi Alina ini yaitu mengenai tukang pos yang membawakan amplop surat dari Sukab kepada Alina. Dalam cerita tukang pos tersebut diceritakan bahwa amplop surat yang berisikan sepotong senja dari Sukab untuk Alina baru diterima Alina dalam waktu 10 tahun.

Bagian kedua yaitu tentang Peselancar Agung. Dalam bagian Peselancar Agung ini terdiri dari tiga belas cerita mengenai sebuah kota di tepi pantai di mana pelangi tidak pernah memudar dan diceritakan dengan pembahasan yang beragam seperti Ikan Paus Merah, Kunang-Kunang Mandarin, Rumah Panggung di Tepi jalan, Anak-Anak Senja, Mercusuar, dan lainnya dimana semua cerita ada hubungannya dengan senja.

Lalu bagian terakhir berjudul Atas Nama Senja dimana dalam bagian ini terdiri dari tiga cerita yaitu Senja di Pulau Tanpa Nama, Perahu Nelayan Melintas Cakrawala, dan Senja di Kaca Spion.

Pada intinya kumpulan cerpen dalam buku ini mengisahkan tentang laki-laki yang rindu dengan kekasihnya tetapi sang kekasih terlalu mustahil untuk ditemui dan mungkin keberadaannya entah dimana. Seperti halnya kata-kata yang dituliskan pada surat Sukab untuk Alina yang disampaikan melalui tukang pos dimana ditulis oleh Sukab dengan alamat: Alina Ujung Dunia yang juga sempat membuat tukang pos kesulitan untuk mencari Alina. Alasan Sukab mengirimkan sepotong senja untuk pacarnya yaitu sama seperti yang dikatakan dalam cerpen,


 "Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina. 

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagipula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa pernah mendengar kata-kata orang lain. Mereka berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina."


Sebuah pesan moral yang mungki sangat dekat dengan kehidupan nyata di dunia yang fana ini. Diceritakan juga bagaimana sang laki laki bernama sukab yang dengan tulus mencintai kekasihnya yaitu Alina yang entah berada dimana itu sampai sampai dengan gagah beraninya memotong senja hanya untuk diberikan kepada sang kekasih tercinta Alina seorang. Betapa romantisnya laki laki bernama sukab ini seperti apa yang dituliskan pada bagian akhir surat itu.


" Alina yang manis, paling manis, dan akan selalu manis, Terimalah sepotong senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin membahagiakanmu. "

"Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia."


Bagian kedua dari trilogi Alina yaitu "jawaban alina", membuat saya penasaran dan segera ingin membaca bagaimana jawaban dari Alina sang kekasih yang entah dimana itu menerima sebuah surat dari laki laki bernama sukab yang begitu tulus mencintainya. Namun sepotong senja yang dikirimkan lewat tukang pos baru sampai setelah 10 tahun. dan tentu sudah banyak cerita yang terlewari selama 10 tahun itu.


"Sukab yang malang, paling malang, dan akan selalu malang. "

" Senja yang kau kirimkan sudah kuterima, kukira sama lengkap seperti ketika engkau memotongnya di langit yang kemerah merahan itu, lengkap dengan bau laut, desir angin dan suara hempasan ombak yang memecah pantai."

"Terus terang aku kasihan sama kamu sukab, mencintai begitu rupa tapi tidak tahu yang kamu cintai sebetulnya tidak mencintai kamu."

" Tapi bukan soal cinta yang sebetulnya ingin kuceritakan padamu sukab. Soal cinta ini sama sekali tidak penting". 


Jawaban yang membuat saya sedikit tersenyum kala itu, jawaban yang begitu lembut seperti sutra yang berwarna putih mengkilat. Sebuah kisah cinta yang begitu romantis terjadi disini, yaitu kisah cinta seorang laki laki bernama sukab yang begitu mencintai kekasihnya hingga rela memotong senja yang maha agung dengan seorang perempuan yang katanya berada di ujung dunia dan tidak begitu mencintai kekasihnya itu.

Dari banyak cerita dalam buku ini, ada beberapa yang sangat menarik perhatian saya, salah satunya yaitu bagian Peselancar Agung dengan judul cerpen Kunang-Kunang Mandarin dimana dalam cerita tersebut Sukab membuat peternakan Kunang-Kunang di kota di tepi pantai di mana pelangi tidak pernah memudar. Peternakan Kunang-Kunang itupun bukan hal biasa. Melainkan kunang-kunang yang berasal dari potongan kuku orang-orang Mandarin. Begitulah dikisahkan bahwa orang Mandarin selalu menyimpan potongan kuku mereka dan bila mereka tiada, potongan kuku itu ikut dikuburkan. Pada malam hari, potongan kuku itu menjelma menjadi kunang-kunang, dan terbang melayang keluar, membuat malam yang gelap gulita di kuburan orang-orang Mandarin menjadi bercahaya.

Kemudian ada juga cerita tentang ikan paus merah dengan luka dari mata anak panah yang menancap di bagian punggung dan masuk kedalam daging sejak dahulu kala dan sampai sekarang masih terus menerus mengeluarkan darah, sehingga seluruh tubuhnya menjadi merah akibat ulah dari manusia yang begitu tega memanah ikan paus yang membuatnya menjadi merah karena darah yang bercucuran di punggungnya dan seolah olah ingin bercerita dengan jeritan pilu yang begitu purba dari perasaan yang terluka dan membuat dia bersedih untuk selama lamanya. Oh manusia.

Rumah panggung di tepi pantai dari bagian peselancar agung juga tak bisa dianggap lalu bagiku. Menceritakan seorang laki laki bernama Sukab, seorang yang di anggap kurang beres otak dan pikirannya oleh orang orang kampung yang tinggal di tepi pantai karena hanya rumah panggung milik sukab sendiri yang ia bangun  yang menghadap ke pantai, sedang rumah orang orang kampung itu semuanya membelakangi pantai. Rumah panggung membelakangi pantai adalah sudah warisan turun temurun dari nenek moyang mereka ternyata.


"Sukab itu gila ! Dari dulu dia memang sudah gila ! Tidak pernah ada rumah panggung menghadap ke pantai di kampung ini. Tidak dulu, tidak sekarang, dan tidak harus ada pula dimasa yang akan datang. Lihat, semua rumah panggung disini membelakangi pantai, menghadap ke jalan raya. Mengapa tiba - tiba harus ada satu rumah yang menghadap ke pantai ?"


Namun semua terjawab dibagian akhir cerita.


" Kini rumah panggung itu tidak ada lagi. Mula mula ia menjadi miring, lantas lama lama roboh, dan akhirnya sekping demi sekeping diseret ombah ke tengah laut. Riwayat tentang rumah panggung di tepi pantai itu sekarang sudah dilupakan orang, seperti semesta yang menguap. Tiada lagi cerita tentang seseorang yang bernama sukab, yang dari senja ke senja duduk bersila di sebuah rumah panggung, menatap lautan lepas."


Sebenarnya masih banyak cerita cerita menarik dari buku ini, cerita yang tidak biasa biasa saja pikirku, bagaimana seno bisa memikirkan setotal itu kemudian dituliskan menjadi sebuah buku. Tapi nanti kalau saya ceritakan semuanya disini apa bedanya dengan menulis ulang buku nya. beli dan baca sendiri bukunya kayaknya lebih baik.

Dalam buku ini terdapat keunikan yaitu teks di atas judul-judul dengan penulisan bahasa zaman dahulu yang lumayan menarik perhatian untuk mengetahui apa pembahasan cerita di dalamnya. Terdapat pula pada cover belakang buku yang menusuk ke hati yaitu sebuah e-mail ucapan terima kasih dari seorang perempuan kepada penulis (Seno Gumira Ajidarma) mengenai senja yang dibicarakan dalam buku ini. Buku ini menarik perhatian sang perempuan karena ternyata Ia mengalami rabun senja sejak berusia 10 tahun dan akhirnya dengan kehadiran buku "Sepotong Senja untuk Pacarku" karya Seno Gumira Ajidarma, Ia dapat menikmati senja yang sedemikian indah dalam cerita-cerita Seno.

Keunggulan 

Keunggulan buku ini yaitu Seno dapat menulis kata-kata sedemikian indah dan mudah untuk dibaca. Dalam buku ini pun Seno membebaskan para pembaca bagaimana Ia menerima maksud dan pesan Seno dalam buku ini sehingga kesimpulan ada pada para pembaca itu sendiri. Seno dapat pula menuliskan kata-kata yang dapat menarik perhatian pembaca sehingga pembaca merasa penasaran dengan perkataan atau cerita selanjutnya yang akan dibicarakan. 

Buku ini tidak tipis dan tidak begitu tebal, dengan ukuran tulisan yang pas dan enak untuk dibaca serta ringan untuk dibawa ke mana-mana. Kumpulan enam belas cerpen ini pun bercerita tentang hal-hal yang mungkin ada dalam imajinasi Seno dan setiap cerita selalu berhubungan dengan senja itu sendiri. Seperti perkataan Seno pada awal buku tersebut, bahwa kumpulan cerita ini sama halnya dengan satu loyang pizza dimana pizza itu sama tapi dengan bagian-bagian yang berbeda dan dengan adanya para pembaca membuat loyang pizza itu tidak selalu lingkaran, melainkan bebas sesuai hati dan pikiran para pembaca. Buku ini juga menyampaikan banyak pesan moral yang dapat bermanfaat untuk para pembaca.


Kelemahan

Walau pada keunggulan buku ini terdapat kata-kata indah dan menarik, tapi dalam buku ini terdapat pula kata-kata yang sedikit sulit untuk dipahami yang pada akhirnya membuat pembaca masih bertanya-tanya apa maksudnya atau apa yang dibicarakan. Terdapat pula kata yang sering diulang walau dengan maksud menegaskan pembahasan tetapi kadang membuat pembaca bingung dan membaca ulang kalimat tersebut. Setiap orang memiliki imajinasi yang berbeda ketika membaca buku ini.


Kesimpulan

Sepotong Senja untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma ini sangat menarik perhatian dengan kata-kata dan pembahasan yang begitu indah dan tidak biasa. Dalam setiap ceritanya pun terdapat pesan yang dapat diterima dan dijadikan moral dari cerita itu sendiri. Terdapat banyak kata-kata yang bagus dan dapat bermanfaat bagi pembaca. Kumpulan cerpen yang menceritakan tentang cinta, rindu, perjuangan, dan senja ini mudah dan nyaman untuk dibaca. 

Salah satu inti dari sekian pesan yang dapat diambil yaitu dari alasan Sukab memberikan sepotong senja untuk pacarnya dimana Ia berkata bahwa orang-orang sibuk berkata-kata tanpa mendengar kata-kata, yang dimaksudkan zaman sekarang orang-orang hanya banyak bicara tanpa ingin mendengarkan orang lain. Dan terakhir terdapat pula pesan dari Peselancar Agung dimana semua orang percaya bahwa Ia dapat terbang di atas pantai ketika senja tiba padahal Ia hanya tukang kibul. Diartikan bahwa masih banyak orang percaya dengan kata-kata orang lain yang sebenarnya Ia tidak mengatakan kebenaran dan pendengar tidak pernah tau kebenarannya.

Tetapi kembali lagi kesimpulan yang paling sesuai adalah ada pada pembaca itu sendiri.


Harunef, awal oktober 2020

Kos Yogyakarta 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NENENGISME, KAPITALISME dan PEMAHAMAN PEMAHAMAN LAINNYA

     Beberapa hari lalu melihat postingan di  kanal media sosial yang cukup membuat saya tertarik, Adalah akun sosial media yang bernama nen...